Menilik Time Line 70 Tahun Riwayat Group Bakrie

Di Terbitkan Ardana

Quote:Time Line 70 Tahun Riwayat Group Bakrie

Quote:
Pada tahun 2012 ini Grup Bakrie atau kelompok usaha Bakrie genap berusia 70 tahun. H. Ahmad Bakrie bersama kakak kandungnya, H. Abuyamin, mendirikan firma Bakrie & Brothers General Merchant and Commision Agent pada 10 Februari 1942 silam. Sepanjang perjalanan usahanya, Bakrie telah menjadi sebuah kelompok usaha besar di Indonesia. Sejak 1942 hingga tahun 2012 ini, Bakrie telah berkembang dan menjadi salah satu kontributor utama bagi pendapatan negara dan menjelma menjadi aset usaha bangsa yang penting.

Pada awal pendirian perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan umum dan agen hasil bumi seperti kopi, lada, cengkeh, tapioka, dan sebagainya. Setahun kemudian setelah Ahmad Bakrie memindahkan perusahaan ini ke Jakarta, dan membuat usah ini semakin berkembang.

Ketika Jepang menguasai tanah Indonesia sebelum merdeka, sang pemimpin, Ahmad Bakrie merubah nama perusahaan ini menjadi Jasuma Shokai. Saat merintis hubungan dengan Singapura, nama perusahaan ini berubah lagi menjadi CV Bakrie & Brothers. Pada 1951, Ahmad Bakrie merubah kembali namanya menjadi NV Bakrie & Brothers.

Sejak 1952, Ahmad Bakrie mulai merintis hubungan dagang dengan Eropa. Bakrie melakukan berbagai ekspansi sepanjang 1952-1961, seperti mendirikan pabrik penggilingan padi di Batanghari, Lampung, mengakusisi perusahaan NV Kawat dan menjadi pelopor industri manufaktur dengan mendirikan pipa baja Talang Tirta.

Bakrie mulai melakukan ekspansi ke Amerika Serikat untuk kedua kalinya Pada awal 1960an, dengan mengekspor lada. Mulai tahun 1962-1971, Bakrie & Brothers memperbesar industri manufaktur dengan cara memperluas kegiatan pabrik pipa dan mendatangkan mesin baru. Selain itu, Ahmad Bakrie juga mulai ekspor kopi ke Amerika Serikat dan Eropa.
[imagetag]
Dalam kurun waktu yang sama, Ahmad Bakrie mulai ekspansi ke luar negeri dengan mendirikan Cemara Trading Company Limited di Hongkong. Ia juga memperluas industri dalam negeri dengan mendirikan pabrik pengolahan karet di Palembang untuk pasar ekspor. NV Bakrie & Brothers mengubah bentuk hukum perusahaan menjadi PT Bakrie & Brothers, seperti yang kita kenal sakarang pada tahun 1970an.

Sekitar 1972-1981, Bakrie mulai mengembangkan dan memperluas ekspansi bisnis dengan meresmikan pabrik pipa baja untuk air dan gas di Jakarta, yang bergerak dalam bisnis baja, logam, konstruksi dan suku cadang. Selain itu Bakrie mulai membentuk berbagai perusahaan seperti PT Bakrie Tubemakers yang kemudian menjadi PT Bakrie Tosanjaya. Pada saat yang sama, Bakrie mendirikan yayasan Achmad Bakrie yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.

Bakrie & Brothers melepas sahamnya ke publik dan menjadi salah satu emiten pioner di Bursa Efek Indonesia pada 1982-1991. Setelah itu, United Sumatera Plantations anak perusahaan BNBR, juga masuk bursa efek dengan kode UNSP. Saat ini UNSP menjelma sebagai Bakrie Sumatera Plantation. Pada 1980an Bakrie memulai ekspansinya memasuki sektor baru seperti properti dengan mendirikan PT Bakrieland Developtment.

Pada tahun 1992 bisnis Bakrie berkembang memasuki dunia media televisi dengan membuat PT Cakrawala Andalas Televisi atau yang lebih dikenal dengan sebutan ANTV. Satu tahun setelah itu, pada tahun 1993, Bakrie grup mulai memasuki sektor telekomunikasi pada 1993 dengan nama PT Radio Telepon Indonesia (Ratelindo), yang saat ini telah berubah menjadi PT Bakrie Telecom Tbk.

Sekitar tahun 1990an, kelompok usaha Bakrie mengakusisi Australia Link Communication dan memperluas operasi telekomunikasi ke Republik Uzbekiztan. Pada kurun waktu yang sama juga Bakrie mengakusisi PT Bumi Resources dan mengubah bisnis utama dari bidang perhotelan dan pariwisata menjadi bidang migas dan pertambangan.

Bumi Resources berkembang pesat dengan mengakusisi saham Gallo Oil (Jersey) Ltd dan melakukan berbagai perubahan lini bisnis. Bakrie memfokuskan BUMI di sektor tambang, dengan mengakusisi 80 persen saham PT Arutmin Indonesia, produsen batubara terbesar keempat di Indonesia.

Mulai tahun 2000, Bakrie mulai fokus masuk sektor migas melalui PT Energi Mega Persada yang saat ini dikenal sebagai produsen aktif pengembang dan eksplorasi di sektor hulu migas. Energi Mega Persada (ENRG) mulai melepas sahamnya ke publik pada 2006 lalu.

Di balik kesuksesan, juga terdapat kisah pahit pada 2006 lalu dimana bencana semburan lumpur di Sidoarjo terjadi pertama kali di sekitar area gas milik PT Lapindo Brantas yang dimiliki bersama oleh ENRG, Medco dan Santos Australia. Semburan lumpur tersebut terjadi setelah gempa berkekuatan 5,9 skala ritcher yang mengguncang Yogyakarta dan telah ditetapkan sebagai bencana nasional.

Pada 2008 Bakrie grup terjun ke bisnis new media dengan mendirikan VIVAnews.com. VIVAnews menerapkan standar jurnalisme online berkualitas dan pada 2012 mengembangkan diri menjadi VIVA.co.id.

Pada 2010, grup Bakrie tercatat di Bursa Efek London melalui Vallar Plc, yang lalu merubah nama menjadi Bumi Plc. Portofolio BNBR mencapai US$2,2 miliar dengan posisi sebagai market leader di setiap sektor dan merubah orientasi perusahaan menjadi perusahaan investasi yang fokus pada infrastruktur dan sumber daya alam.
[imagetag]

Sumber:
Riwayat 70 Tahun Bisnis Grup Bakrie (I)
Riwayat 70 Tahun Bisnis Grup Bakrie (II)

Postingan menarik lainnya:

25 Nov, 2012


-
Source: http://kaskusbetarefresh.blogspot.com/2012/11/menilik-time-line-70-tahun-riwayat.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Diterbitkan Oleh : Lebihunik.com

ARTIKEL TERKAIT