Pemulung di Jakarta yang Berkurban 2 Ekor Kambing

Di Terbitkan Ardana

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Sebuah kisah yang sangat menggetarkan hati tentang keiklasan dua orang pemulung untuk berkurban. Bagi sebagian besar orang hari raya idul adha atau yang biasa di sebut hari raya kurban menjadi kesempatan berharga untuk mendapatkan rizki dari para orang yang mampu berkurban, namun tidak halnya dengan dua orang pemulung yang biasa dipanggil Mak Yati dan Maman suaminya. Dengan keinginannya yang tulus untuk berkurban dan berbagi kepada orang-orang yang kurang mampu, Mak Yati mengumpulkan uang untuk berkurban selama 3 tahun, dan membeli dua ekor kambing untuk diserahkan ke Masjid Al-Ijtihaad Tebet Mas untuk dikurbankan.

Hal ini menjadi perbincangan luar biasa di kalangan masyarakat sekitar, seorang pemulung dengan kesungguhan hatinya mau dan mampu berkorban, betapa sebuah inspirasi yang menyejukkan dan sentilan bagi setiap orang untuk ikut merasakan indahnya kebersamaan dengan saling berbagi.

Kabar ini terdengar juga oleh Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri yang mengunjungi kediaman Mak Yati dan Maman yang menghuni gubuk berukuran sekitar 5x3 meter persegi, berdinding tripleks dan beratap asbes. Rumah tersebut terletak di areal milik Dinas Sosial Pemprov DKI yang diperuntukkan bagi Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 Tebet setelah berberpa kali pindah rumah karena terkena gusuran.
Mak Yati, wanita asal Gunung Sari, Pasuruan, Jawa Timur itu langsung terbata-bata saat pak menteri menyerahkan bantuan berupa uang dalam sebuah amplop. Ia tampak terharu. Meski demikian, ia menyiratkan harapan yang lebih diinginkan dia dan suaminya kepada menteri bahwa ia lebih suka jika dapat hidup tenang, memiliki tanah dan rumah sendiri agar tidak terkena gusuran lagi.

Dengan iktikat baik Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri menawarkan mereka dua pilihan. Pihak Kemensos dapat membantu dengan memberikan rumah dan lahan di kampung halaman Mak Yati dan suaminya atau akan diberikan fasilitas untuk di Jakarta.

Renungan :
Betapa sebuah kebaikan yang dilakukan secara tulus akan kembali kepada kita dalam kebaikan yang lebih besar. Dengan saling berbagi kita juga dapat berempati, memahami dan merasakan penderitaan sebagian saudara kita yang membutuhkan. Mulai sekarang marilah saling berbagi, baik di saat kita lapang, maupun di saat sulit, karena dengan berbagi setiap masalah yang datang akan menjadi mudah.

Dapatkan E-book Gratis "5 Langkah Formula Menjadi Sukses", tip sukses dan kisah inspirasi lainnya di Facebook Dunia Training

Editor : Ari Aditya
Sumber
Sumber Gambar

Terima kasih kepada Anda yang telah men-share-kan kisah luar biasa ini kepada teman-teman Anda sehingga mereka juga mendapatkan inspirasi sama seperti Anda.

Postingan menarik lainnya:

07 Nov, 2012


-
Source: http://kaskusbetarefresh.blogspot.com/2012/11/pemulung-di-jakarta-yang-berkurban-2.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Diterbitkan Oleh : Lebihunik.com

ARTIKEL TERKAIT