"Mereka takut sekolah itu akan menjadi sebuah masjid dimana mereka akan terganggu dengan panggilan adzan
Sebelumnya, lebih dari 2 ribu warga lokal membubuhkan tandatangannya guna memveto rencana pembangunan sekolah. sebanyak 90 persen tanda tangan itu dikordinasikan melalui kelompok Sahabat Penjaga Warisan Sejarah Mernda. "Kami telah menyarankan kepada Dewan Kota untuk menjaga sejarah kota ini
Yang disayangkan, kata fry, penolakan ini tidak didukung dengan fakta namun lebih kepada asumsi sentimen anti-Islam yang diaduk dengan ketidaktahuan. "Memang disayangkan, mereka tidak mengerti dengan perbedaan budaya," tuturnya.
Anggota Dewan Kota, Pam McLeod, punya pendapat lain soal penolakan ini. Ia melihat penolakan itu bukanlah masalah rasisme, melainkan terkait erat dengan masalah sejarah dan lalu lintas. "Tidak ada unsur rasisme yang saya lihat," kelit dia.
Menurutnya, warga Mernda merupakan komunitas multikultural. Kalaupun ada kejadian rasis, ia berkilah hal itu merupakan bagian dari dinamika masyarakat beragam.
Juru bicara Pusat Nabi Besar, Hassan Al Khirsany menilai penolakan itu murni karena melihat faktor agama. Kondisi ini menandakan masih terdapat ketakutan terhadap Muslim. "Mereka menolak lebih karena khawatir akan menjadi masjid," katanya.
Juru bicara Dewan Islam Victoria Nazeem Hussain mengatakan penolakan itu cukup membingungkan. Sebab, ada semacam indikasi adanya keberatan dari kelompok anti-muslim."Kami memang berasal dari luar Mernda. "Ini menunjukan semacam penolakan," ungkapnya.
Dikatakannya, Victoria adalah sebuah masyarakat multikultural yang tidak harus menyerah pada pemikiran untuk memisahkan perbedaan. Muslim, lanjutnya, telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk 1,7 persen dari 20 juta populasi Australia. "Islam adalah agama negara terbesar kedua setelah Kristen," ucapnya.
Sumber
Asal Asah 03 Oct, 2012
-
Source: http://asalasah.blogspot.com/2012/10/australia-larang-pembangunan-sekolah-islam.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com


