Inilah Yuanita Keyko, Ratu Germo Cantik Dari Surabaya

Di Terbitkan Ardana

Jaringan 'Ratu Germo' ini berada di enam provinsi dengan 2.600 PSK
Bisnis prostitusi yang satu ini tergolong rapi, sistematis dan terorganisir. Bisnis ini dikendalikan oleh satu orang yang menjadi pusat pengoperasian jaringan. Dia adalah Yuanita (34) alias Keyko, asal Jl Perumahan Dharmahusada Mega Permai, Surabaya. "Ratu Germo" ini setidaknya telah mengoperasikan anak buahnya sekitar 2.600 orang yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia. Atas aksinya, pelaku mendapatkan keuntungan bersih Rp 15 - 20 juta per minggu.

Bisnis yang telah ditekuni sejak tahun 2010 itu dikelola bak perusahaan. Pelaku memiliki germo di beberapa provinsi di Indonesia. Diantaranya Surabaya, Semarang, Bandung, Jakarta, Bali, Kalimantan dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia. "Tersangka memiliki jaringan germo di beberapa wilayah di Indonesia," kata Kompol Suparti, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Senin (11/9)
Germo itu ibaratnya sebagai kepala kantor cabang sebuah perusahaan yang bertugas mengoperasikan dan mengendalikan bisnis di daerah tersebut. Germo bertugas merekrut, menyeleksi dan menjaga kualitas pelayanan pelanggan. "Germo di daerah menjalankan instruksi bisnis dari tersangka," paparnya.
Menurut pengakuan tersangka, sistem jaringan di beberapa daerah cukup efektif untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan. Karena ketika pelangganya meminta pelayanan anak buahnya di suatu provinsi, tersangka cukup menghubungi germo yang berada di provinsi tersebut. "Atau pelanggan itu misalnya di Surabaya, tapi meminta pelayanan dari anak buah asal Jakarta, maka tersangka cukup menghubungi germo Jakarta," paparnya.

Dari hasil pengungkapan petugas, anak buah yang dikendalikan tersangka di seluruh Indonesia jumlahnya sekitar 2.600-an orang. Karena setiap Provinsi, satu germo bisa membawahi 100-200 orang. "Ya germo itu yang mengendalikan anak buah di setiap provinsi yang terdapat jaringanya," tandasnya.
Sementara anak buah juga berasal dari beberapa kalangan di antaranya, mahasiswi, Sales Promotion Girl (SPG), karyawan swasta dan model. Sedangkan pelangganya juga berasal dari semua kalangan baik dari kalangan pejabat maupun pengusaha. "Pelanggan maupun korban berasal dari berbagai kalangan," ungkapnya.

Atas aksi ini, pelaku setidaknya dalam seminggu bisa meraup keuntungan antara Rp 15 sampai 20 juta. Karena setiap ada pemesanan untuk menggunkan jasanya, pelaku mendapatkan keuntungan 25 persen. Satu kali transaksi berkisar antara Rp 500 ribu sampai 4 juta per orang. "Komisi sebesar 25 persen itu diterima di awal oleh tersangka, karena setiap pelanggan mengadakan deal, maka langsung bayar komisi melalui transfer ke rekening tersangka," tuturnya.


Jika selama satu minggu tersangka mendapatkan keuntungan Rp 20 juta dan sudah beroperasi sejak 2010 atau tiga tahun, total keuntungan yang telah diperoleh tersangka mencapai Rp 2,88 miliar.
Pelaku selama ini memanfaatkan alat komunikasi BlackBerry Messenger (BBM) untuk berkomunikasi dengan pelanggan maupun germonya. Setiap ada koleksi baru, pelaku selalu memasang status di profil status BBM-nya. "Nah, jika ingin memesan, pelanggan berkomunikasi melalui ponsel dengan tersangka," jelasnya.
Sementara barang bukti yang disita dari tangan tersangka di antaranya uang tunai Rp 1,9 juta, 1 buku tahapan BCA, 1 buah ATM, 4 buku catatan anak buah, 3 lembar slip pengiriman uang, 13 lembar slip BCA, 4 HP BlackBerry, 1 HP flexi, 16 lembar print out capture BBM dan 1.600 lembar foto cewek (anak buah).
"Tersangka di jerat dengan pasal 506 KUHP dan atau pasal 296 KUHP pasal 2 dan pasal 8 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang penghapusan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," tandasnya.m7

Sumber
Surabaya Post

16 Sep, 2012


-
Source: http://informasigila.blogspot.com/2012/09/inilah-yuanita-keyko-ratu-germo-dari.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Diterbitkan Oleh : Lebihunik.com

ARTIKEL TERKAIT