Produk Indonesia semakin terhimpit oleh produk asing

Di Terbitkan Ardana

Solo, 21/10/2012. Car Free Day di ruas jalan Slamet Ryadi, Solo, dimanfaatkan oleh pengusaha Solo, untuk kampanye Beli Indonesia. Bertempat di kawasan Ngarsopuro, sebuah panggung disiapkan Minggu subuh sebagai tempat orasi. â??Acara ini inisiatif kita sendiri,â?? kata Suripto, penggagas acara itu. Suripto mengatakan Beli Indonesia secara nasional dideklarasikan di Solo tahun 2011 lalu. Dan acara ini sebagai pengingat warga Solo sekaligus mengajak warga untuk membeli produk bangsa sendiri. â??Dalam skala yang terbatas di berbagai forum kampanye Beli Indonesia selalu diadakan oleh pejuang Beli Indonesia di seluruh Solo Raya. Namun kali ini kami ingin memanfaatkan car free day sebagai ajang kampanye,â?? jelas Ripto.

Dengan bergantian pangusaha Solo ini berorasi tentang keadaan Indonesia yang sudah dikuasai produk asing. â??Mengapa produk asing itu bisa berjaya di negara kita? Karena kita beli dan kita bela produk-produk itu. Padahal keberadaan produk-produk itu telah membunuh anak-anak kita yang mau berusaha dan memiskinkan bangsa dan negara kita. Karena uang hasil penjualan produk itu akan pergi ke negara asal pemilik produk itu,â?? teriak Nurhadi. Sementara Suparmin, pengusaha percetakan meminta agar masyarakat memahami keadaan Indonesia yang semakin kehilangan kedaulatan dan perlunya pembelaan anak-anak bangsa ini. â??Yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan negara ini dan anak cucu kita ke depan adalah dengan melakukan hal sederhana, yaitu membeli produk buatan bangsa kita sendiri,â?? ajak Suparmin.

Acara yang berlangsung dari pukul 6 â?? 8 pagi itu diwarnai dengan pembagian makanan ringan milik pengusaha lokal kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi acara. Tak urung pembagian makanan ini menjadi jang rebutan anak-anak dan remaja bahkan kaum ibu. â??Ibu-ibu ini adalah bagi-bagi rezeki dari bapak-bapak kita sebagai oleh-oleh untuk ibu-ibu dan adik-adik semua yang telah hadir di tempat ini,â?? kata dr. Kinik yang mengatur pembagian makanan itu. dr. Kinik juga mengingatkan untuk selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang ada di sekitar kita yang dibuat dan dimiliki oleh anak-anak kita sendiri.

Suripto, koordinator acara ini mengatakan acara serupa akan terus mereka lakukan sebagai edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang apa yang harus mereka lakukan. â??Kalau tidak ada yang memberi tahu maka masyarakat kita tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka mengira apa yang mereka lakukan akan baik-baik saja, padahal mereka telah memberi ruang produk asing untuk berkuasa di negeri kita,â?? jelas Ripto. Suripto, pemgusaha kuliner khas Solo ini juga mengatakan wilayah di sekitar Solo seperti Karang Anyar, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten juga sudah mulai mengadakan kampanye gerakan Beli Indonesia. â??Kita berharap teman-teman pengusaha yang lain memiliki semangat yang sama dengan kami untuk melakukan sosialisasi gerakan Beli Indonesia ini. Untuk itu kami sudah menjalin komunikasi untuk melakukan gerakan bersama di daerah masing-masing,â?? ungkap Ripto mengakhiri. (2as)

Sumber

Postingan menarik lainnya:

31 Oct, 2012


-
Source: http://kaskusbetarefresh.blogspot.com/2012/10/produk-indonesia-semakin-terhimpit-oleh.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Diterbitkan Oleh : Lebihunik.com

ARTIKEL TERKAIT