Kulonprogo bangkit, Beli Indonesia in Action bangkitkan ekonomi Lokal

Di Terbitkan Ardana

[imagetag]

Kulon Progo, 02/09/2012. Dengan 24% angka kemiskinan, Kulon Progo menjadi kabupaten yang memiliki penduduk miskin terbanyak di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun keadaan itu tidak mematahkan semangat dr. Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo untuk membuat daerah ini menjadi kawasan yang bertumbuh dengan kualitas hidup penduduknya yang lebih baik. Sejak 6 bulan terakhir ini Hasto mencanangkan Gerakan Beli Kulon Progo sebagai gerakan untuk memajukan dan mensejahterakan Kabupaten ini. Beli Kulon Progo adalah program turunan dari Gerakan Beli Indonesia. Setiap minggu, usai sholat Shubuh , bertempat di rumah dinasnya, dr. Hasto menggelar Forum Pagi Beli Indonesia, sebagai forum sosialisasi sekaligus membahas langkah-langkah strategis. â??Semua jajaran sampai ke camat dilibatkan dalam acara ini,â?? kata M. Farid, salah satu penggerak Beli Kulon Progo. Bahkan dr. Hasto setiap hari melakukan shubuh keliling ke desa-desa menemui masyarakatnya untuk mensosialisasikan program ini.

Untuk menghemat anggaran dilakukan pengetatan dengan membuang pos-pos yang tidak perlu dan boros. â??Mobil dinas pejabat diturunkan dari innova ke avanza. Dari pos ini saja sudah bisa menghemat 2 milyar lebih,â?? lanjut Farid. Beli Kulon Progo ini adalah gerakan membangkitkan ekonomi dengan memanfaatkan potensi yang ada pada diri sendiri. Kebutuhan-kebutuhan konsumsi daerah terhadap produk tertentu didata dan dicarikan produk lokalnya dulu. â??Memang baru ada beberapa produk yang bisa dipenuhi sendiri seperti daging, beras, gula, batik, telur dan air minum dalam kemasan,â?? kata Farid. Namun itu, lanjut Farid, memberikan dampak ekonomi yang sangat siginifikan untuk masyarakat yang terlibat dalam produksi dan distribusi produk-produk itu. Batik misalnya hari ini konsumen harus inden dulu terhadap produk batik asli Kulon Progo karena banyaknya permintaan. Para pedagang bakso didata untuk mengetahui tingkat konsumsi daging. Kemudian populasi ternak di tingkat petani didata untuk mengetahui apakah daerah bisa memenuhi kebutuhan daging. â??Untuk daging saja membuat dinas peternakan bekerja keras membina para peternak untuk memenuhi kebutuhan daging. Dan dengan sendirinya petani juga sangat bersemangat,â?? ungkap Farid.

Pemda akan segera memproduksi sendiri air minum dalam kemasan dari sumber-sumber air yang ada di sekitar pegunungan Menoreh. Semua instansi yang selama ini menggunakan produk luar diharuskan menggunakan air minum milik sendiri. Untuk beras juga sama, kebutuhan pasar dan produksi gabah di tingkat petani didata dengan pengawasan langsung Bupati. Dengan program ini semua jajaran bekerja dengan penuh semangat dan tidak ada bagian yang atau dinas yang menganggur. Di tingkat akar rumput didik untuk memanfaatkan asset yang mereka miliki agar produktif. Lahan-lahan di belakang rumah yang belum dimanfaatkan dengan ditanami tanaman yang ada pasarnya. Pemerintah membantu membangun pasar beradasarkan data yang ada di lapangan. Aset-aset daerah yang terbengkalai dihidupkan kembali. â??Pemerintah daerah membangun sentra-sentra distribusi untuk penyaluran produk-produk itu ke end user. Dalam waktu yang sama arus barang sejenis yang berasal dari luar dibatasi,â?? jelas Farid.

Pemkab menguatkan social capital untuk menggerakkan pembangunan daerah dan tidak mengandalkan APBD. Caranya dengan mendidik masyarakat untuk produktif sesuai dengan bidang masing-masing. Pemerintah memfasilitasi dan menunjuk jalan apa yang harus dilakukan. â??Secara kasat mata memang belum terlihat perubahan karena program ini belum memasuki tahap pembangunan infrastruktur. Baru pada tingkat sosialisasi dan pembangunan karakter masyarakat. Tetapi dengan melihat perubahan pada semua jajaran pemerintahan dan masyarakat membuat kita optimis bahwa Beli Indonesia ini akan menjadi jawaban atas persoalan yang dihadapi semua daerah di Indonesia. Biar waktu yang akan membuktikannya,â?? kata Farid dengan bangga. (AA)

Sumber

Postingan menarik lainnya:

31 Oct, 2012


-
Source: http://kaskusbetarefresh.blogspot.com/2012/10/kulonprogo-bangkit-beli-indonesia-in.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Diterbitkan Oleh : Lebihunik.com

ARTIKEL TERKAIT