KPI: “Tayangan Ramadhan Harus Tingkatkan Ketakwaan Bukan Penuh Ketawaan”

Di Terbitkan Ardana

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Maraknya tayangan-tayangan tidak bermutu di bulan Ramadhan terutama yang hanya menampilkan lawakan serta sosok kebanci-bancian dan jauh dari konteks bulan suci Ramadhan, disikapi serius oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Bagi KPI pelanggaran yang sering dilakukan stasiun-stasiun televisi dalam program Ramadhan, tidak bisa lagi ditolerir dan sudah harus ada perbaikan total. Jika selama ini pihak stasiun televisi selalu membela diri bahwa peringatan terhadap acara Ramadhan yang mereka buat sering terlambat, namun kali ini KPI sudah setahun sebelumnya sudah mewanti-wanti agar tayangan acara Ramadhan pada tahun berikutnya harus sesuai dengan konteksnya.

"Kami menghimbau terutama kepada lembaga penyiaran sejak jauh-jauh hari, kalau dulu mungkin baru sebulan atau beberapa hari jelang Ramadhan kita panggil mereka tapi mulai tahun ini sudah dari Januari lalu kita mengingatkan bahwa tayangan Ramadhan tidak boleh seperti yang sudah-sudah bahkan sejak selesai Ramadhan tahun lalu kami juga sudah mengingatkan agar tayangan Ramadhan tahun depan bisa lebih baik tidak isinya ketawa-ketawa, tidak mengumbar pornografi," ujar komisioner KPI, Azimah Subagyo kepada Islampos.com Sabtu lalu usai acara uji publik calon komisioner KPI periode 2013-2016 yang diselenggarakan oleh MTSI (Masyarakat Televisi Sehat Indonesia).

Lebih lanjut Azimah menjelaskan bahwa untuk tahun ini, evalusi tayangan Ramadhan akan dilakukan sejak 10 hari pertama bulan suci berjalan. Dan KPI akan mengevaluasi total semua tayangan Ramadhan yang disiarkan oleh pihak stasiun televisi. Jika masih ada pelanggaran maka pihak KPI akan menegur keras.
Selain itu, fakta menarik yang dijelaskan oleh Azimah bahwa pada jam sahur adanya peningkatan 50 persen penonton anak-anak. "Untuk masalah ini, kami menghimbau kepada pihak stasiun televisi agar tidak ada tayangan dewasa di waktu sahur dan ini bagian dari perlindungan anak yang dilakukan KPI," tegas Azimah, yang periode kali ini mencalonkan kembali untuk masuk menjadi komisioner KPI.

Azimah juga mengingatkan agar lembaga-lembaga penyiaran bisa menghormati bulan suci Ramadhan dalam acara-acara yang mereka buat. "Bulam Ramadhan sudah selayaknya stasiun televisi dalam acaranya bisa meningkatkan ketakwaan bukan malah membuat acara yang penuh ketawa-ketawaan," pungkas Azimah.

 azimah

Admin 19 Jul, 2013


-
Source: http://beritaanehunikgokil.blogspot.com/2013/07/kpi-tayangan-ramadhan-harus-tingkatkan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Diterbitkan Oleh : Lebihunik.com

ARTIKEL TERKAIT