5 Kebiasaan Buruk Dalam Pernikahan Dan Cara Mengatasinya

Di Terbitkan Ardana

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!


[imagetag]

Dalam pernikahan, pertengkaran adalahsuatu hal yang wajar. Namun jika terlalu sering akan membuat Anda dan pasanganmenjadi lelah dengan keadaan dan akhirnya memutuskan untuk berpisah. Seringkalitanpa Anda sadari masalah tersebut justru datang dari kebiasaan buruk sendiri,baik itu tidak mau kalah dalam berargumen, terlalu posesif dan tidak percayapada pasangan.

Psikiater Rebecca Gladding, MD, penulis buku"You are Not Your Brain: The 4-Step Solution for Changing Bad Habits,Ending Unhealthy Thinking, and Taking Control of Your Life", memberikanAnda beberapa saran untuk mengubah kebiasaan buruk yang seringterjadi dalam pernikahan mulai dari masalah adu argumen, kepercayaan danlainnya, seperti yang dikutip dari Gal Time.

1. Adu Argumen

Cara Mengatasinya: Stop, nilai dan fokus

Jika Anda dan suami memulai percakapan denganperbedaan pendapat yang membesar-besarkan masalah lama atau tidak ada yang maumengalah, Anda perlu menghentikan percakapan tersebut dan melihat apa yangsebenarnya terjadi.

Menurut Gladding, daripada harus salingmenyalahkan satu sama lain, lebih baik lihat dan pikir kembali apa yangsebenarnya terjadi, ambil nafas, dan kembali fokus pada masalah sebenarnya.Katakan sesuatu yang lebih netral, seperti "Saya pikir kita keluar darijalur, kita berbicara sebelum kita berpikir" atau "kita sudah keluarjalur, apa yang benar-benar ingin saya bicarakan disini adalah..."

2. Membuat Asumsi

Cara Mengatasinya: Tanyakan langsung

Kita semua mungkin pernah mengalaminya. Apakahpasangan tidak melakukan apa yang Anda inginkan atau dia melakukan/mengatakansesuatu yang hanya Anda dilihat dari pihak sendiri, padahal maksudnya tidakdemikian. "Daripada membuat asumsi negatif mengenai niat, prosesatau bahkan perasaannya, lebih baik Anda minta dia untuk membantu memahamidarimana semua hal itu berasal," ujar Gladding.

3. Menanyakan Kepastian Tanpa Henti

Cara Mengatasinya: Tanyakan cukup sekali ataudua kali dan beri kepercayaan padanya

Gladding mengatakan, "Meskipun pentinguntuk menanyakan bagaimana perasaannya atau apa yang dia pikirkan, ada batasanuntuk hal ini. Misalnya, jika Anda berulang kali menanyakan pertanyaan yangsama. Mulai dari mendapatkan kepastian atau informasi lebih lanjut tentangperistiwa atau percakapan sebelumnya. Ia mungkin mulai berpikir Anda tidakpercaya padanya."

Daripada bertanya tentang topik yang samabeberapa kali, bertanya sekali (atau mungkin dua kali), dapatkan jawaban yangAnda inginkan, katakan apa yang perlu Anda katakan, dan kemudian jalani dancobalah percaya padanya.

4. Memeriksa semua SMS/BBM/Email

Cara Mengatasinya: Bicara tentang kepercayaan

Bagi sebagian orang, mengetahui hal-halpribadi pasangan adalah hal yang sangat menggoda. Apakah dia masih dekat denganmantannya? Apa dia ber selingkuh dari Anda? Apapun itu, rasa penasaranhanya akan mengarah kepada hasil yang kurang baik dan sering mengakibatkanketidakpercayaan.

Sebaiknya Anda memantau dari perilakunya,seperti apakah dia pulang larut malam, atau apakah perhatian dan kasihsayangnya pada Anda berkurang dan lain-lain?

Intinya adalah bahwa jika Anda tidak percayapadanya, mengecek email dan teks tidak akan meningkatkan hubungan. Andamungkin perlu melakukan percakapan dengan pasangan mengenai keprihatinan ataumempertimbangkan apakah Anda benar-benar percaya padanya untuk berada dalamsuatu hubungan.

5. Berbicara Mengenai Hal yang Penting MelaluiMedia Elektronik

Cara Mengatasinya: Bicara tatap muka

Emoticon bisa membantu beberapa ekspresiketika Anda saling mengirim pesan. Memiliki percakapan serius melaluiemail/teks adalah kesalahan besar. Anda tidak dapat memberitahu hal pentingseperti nada suara, kontak mata, bahasa tubuh dan informasi penting lainnya.

Sementara telepon atau Skype mungkin menjadialternatif dalam situasi mendesak, hal ini tidak sama dengan berbicara diruangan yang sama dengan pasangan. Menurut Gladding, hal ini akanmenimbulkan kesalahpahaman, bagaimana seseorang membaca teks dan diasumsikansubteks. Dalam kebanyakan kasus, kesalahpahaman bisa dihindari jika duaorang berbicara secara pribadi, sehingga tidak ada yang salah menafsirkanmaksud sebenarnya.

Sumber

785583

Mr. X 27 Feb, 2013


-
Source: http://blogger-musiman.blogspot.com/2013/02/5-kebiasaan-buruk-dalam-pernikahan-dan.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Diterbitkan Oleh : Lebihunik.com

ARTIKEL TERKAIT