Unikgaul

Di Terbitkan Ardana

Unikgaul


5 Teknologi Untuk Menghemat Listrik Rumah Anda

Posted: 12 Dec 2012 06:09 AM PST

Krisis energi dunia kini menjadi topik dunia yang belum ada jalan keluar sampai sekarang. Berbagai cara telah dilakukan salah satunya adalah pemanfaatan energi surya dan angin untuk menggantikan penggunaan energi fosil yang semakin menipis. Namun yang terpenting adalah kesadaran kita sendiri untuk menghemat listrik dirumah kita, seperti mematikan lampu yang tidak digunakan atau tidak perlu. Serta menggunakan alat-alat yang dapat menghemat penggunaan listrik berikut ini:
 
 1. Wind Up socket


 Wind Soket membantu untuk mengurangi tagihan listrik Anda dan juga beban di saku Anda. soket ini terus melacak waktu Anda benar-benar akan menggunakan peralatan listrik. Setelah kebutuhan listrik tidak diperlukan, soket ini otomatis mematikan peralatan terhubung sehingga menghemat pada listrik dan uang juga.


2. Green Outlet


Mengambil isu konsumsi listrik selama modus siaga, Green Outlet adalah solusi untuk menyimpan sampai 75% dari listrik. Alat ini memungkinkan pengguna mengatur waktu dari timer layar sentuh, tergantung pada berapa lama perangkat dapat dihubungkan. Setelah timer berbunyi steker / pengisi dapat dikeluarkan secara fisik dari outlet, sehingga melestarikan energi listrik.


3.Energy saving power cords


Energy-saving Power Plugs oleh tim desainer Anton dan Magnus Gustafsson Gyllensward membayangkan Anda tentang kekuatan yang dikonsumsi oleh Anda. Ketika peralatan mengkonsumsi energi, kabel tersebut bersinar untuk membuat Anda menyadari tentang konsumsi energi. Lebih banyak daya yang digunakan, lebih cerah cahaya di kabelnya. Kabel daya memeriksa kekuatan yang dikonsumsi, sehingga mencerminkan konsumsi energi listrik di rumah anda.


4. Ace Plug


Dirancang oleh tim Lai Anda Cheng, Liu Kai Ping dan Liu Chen Gu, ini Plug Ace memberitahu Anda dengan suara yang bising ketika energi tersebut sedang terbuang. plug ini memberikan suara-suara yang mengganggu ketika salah satu perangkat yang tidak digunakan terhubung ke soket. kebisingan ini akan membuat Anda untuk mengambil langkah untuk mengulurkan tangan membantu untuk menghemat daya.


5. Sticord


Dirancang oleh Dongyeon Kim, Ketika menghubungkan internal untuk memulai perangkat, dan jika tidak digunakan, perangkat dapat terputus dari induk hanya menekan steker untuk keluar. Lampu biru di colokan terus diperbarui Anda apakah perangkat terhubung atau tidak, dan lampu kuning menunjukkan aliran tenaga listrik.
 

Nenek 66 Tahun Menjadi Atlet Angkat Besi

Posted: 12 Dec 2012 12:15 AM PST

Seorang mantan perawat mampu mengejutkan banyak orang dengan raihan prestasinya. Dirinya berhasil menjadi juara angkat besi di Inggris pada usia tidak muda lagi, yakni 66 tahun.
Shy Pat Tombs mulai menekuni angkat besi ini sejak enam tahun lalu. Ia menekuni olahraga ini karena ingin menurunkan berat badan dan meningkatkan kepercayaan dirinya.


 
Wanita berambut pirang ini dijuluki The Mighty Atom oleh rekan-rekan gymnya. Pat sekarang mampu mengangkat hampir 100 kilogram, yang dua kali lebih berat dari badannya.

Pat juga berhasil meraih tiga catatan di kelompok usianya untuk kelas squat, bench press dan deadlift pada kontes angkat besi di Bournemouth.

"Setelah saya memecahkan rekor di setiap kategori, hal ini membuat saya senang dan ini merupakan perasaan yang luar biasa," ujar Pat,




Saat ini Pat bekerja sebagai pelatih pribadi di tempat gym di Essex dan dia berharap kisahnya akan menginspirasi pensiunan untuk mencoba oleh raga angkat besi.

"Pensiunan adalah waktu yang tepat untuk mencoba hal yang berbeda dan saya pikir banyak orang akan terkejut dengan kemampuan mereka.

7 Bukti Kecanggihan Teknologi Kuno Indonesia

Posted: 11 Dec 2012 08:16 PM PST

Mau tahu teknologi bangsa indonesia pada jaman dahulikala yang masih tetap ada hinga kini simak 10 Teknologi Kuno Bangsa Indonesia yang Paling Canggih berikut ini.

1. Borobudur: Bukti Kecanggihan Teknologi dan Arsitektur 


Borobudur adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra. Borobudur merupakan bangunan candi yang sangat megah.
Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit.
Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur. Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal.
Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan. Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Arsitektur yang keren bukan?
 

2. Kapal Jung Jawa: Teknologi Kapal Raksasa 


Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.
Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di "Laut Selatan".
Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.
Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. 'Mereka mengaku keturunan Jawa,' kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.
Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.
Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata 'Jung' digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.
Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.
Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis.
Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513.


3. Keris : Kecanggihan Teknologi Penempaan Logam 


Teknologi logam sudah lama berkembang sejak awal masehi di nusantara. Para empu sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Keris memiliki teknologi penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat di masa lampau.
Keris dibuat dengan teknik penempaan, bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan berguna untuk mencari kemurniaan besi, yang mana pada waktu itu bahan-bahan besi masih komposit dengan materi-materi alam lainnya.
Keris yang mulanya dari lembaran besi yang dilipat-lipat hingga kadang sampai ribuan kali lipatan sepertinya akan tetap senilai dengan prosesnya yang unik, menarik dan sulit. Perkembangan teknologi tempa tersebut mampu menciptakan satu teknik tempa Tosan Aji ( Tosan = besi, Aji = berharga).
Pemilihan akan batu meteorit yang mengandung unsur titanium sebagai bahan keris, juga merupakan penemuan nenek moyang kita yang mengagumkan. Titanium lebih dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat keris karena sifatnya ringan namun sangat kuat.
Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius.
Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat.
Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi.


4. Benteng Keraton Buton: Arsitektur Bangunan untuk Pertahanan 


Di Buton, Sulawesi Tenggara ada Benteng yang dibangun di atas bukit seluas kurang lebih 20,7 hektar. Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur. Benteng yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang keliling 2.740 meter. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga / kubu pertahanan (bastion) yang dalam bahasa setempat disebut baluara.
Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri. Letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya.


5. Si Gale Gale : Teknologi Robot Tadisional Nusantara 


Orang Toba Batak Sumatra utara pada zaman dahulu sudah bisa membuat robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si gale-gale. Boneka ini menguasai sistem kompleks tali yang dibuat sedemikian rupa. Melalui tali yang ditarik ulur inilah boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan "tangannya" sebagai mana layaknya orang menari. Menurut cerita, Seorang Raja dari Suku Karo di Samosir membuat patung dari kayu untuk mengenang anak satu-satunya yang meninggal dunia. Patung kayu tersebut dapat menari-nari yang digerakkan oleh beberapa orang. Sigale – gale dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Batak. Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia.
Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari. Si gale-gale merupakan bukti bahwa nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot walau dalam bentuk yang sederhana. Robot tersebut diciptakan untuk dapat meniru gerakan manusia.


6. Pengindelan Danau Tasikardi, Banten : Kecanggihan Teknologi Penjernihan Air 


Nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih. Sekitar abad ke16-17 Kesultanan Banten telah membangun Bangunan penjernih air untuk menyaring air yang berasal dari Waduk Tasikardi ke Keraton Surosowan. Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasik Ardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas.
Di tiap pengindelan ini, air diproses dengan mengendapkan dan menyaring kotoran. Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm. Terlihat sekali bahwa pada masa tersebut sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai. Danau Tasik Ardi sendiri merupakan danau buatan. Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu. Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang


7. Karinding : Teknologi Pengusir Hama dengan Gelombang Suara 


Alat musik dari Sunda ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul). Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas.
Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga ternyata berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian. Suara yang dihasilkan oleh karinding ternyata menghasilkan gelombang low decibel yang menyakitkan hama sehingga mereka menjauhi ladang pertanian. Frekuensi suara yang dikeluarkan oleh alat musik tersebut menyakitkan bagi hama tersebut, atau bisa dikatakan frekuensi suaranya melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga hama tersebut akan panik dan terganggu konsentrasinya.

noreply@blogger.com (Andrie DK) 13 Dec, 2012


-
Source: http://webunic.blogspot.com/2012/12/unikgaul.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Diterbitkan Oleh : Lebihunik.com

ARTIKEL TERKAIT